WARNING!!!!!
Postingan ini MURNI
dari hasil pemikiran saya dan tidak mengandung unsur dari tulisan orang lain, jika ada kesamaan pendapat itu
adalah kebetulan belaka. Dan, seperti yang sudah saya katakan di postingan
sebelumnya, kalau ada hal yang “melenceng” dan tidak sependapat, silahkan komen
ya. Mari kita luruskan.
Teori ini saya temukan, ah jangan temukan deh, saya pikirkan
waktu saya liat cermin. Pada tau kan apa itu cermin?? yang ga tau cermin
berarti minder banget tuh ya sama muka nya, sampe ga berani liat cermin. Hahaha…..
Begini, saya menyebut teori ini teori refleksi karena
sifatnya sama dengan cermin. Tapi sayangnya saya belum bisa memberikan bunyi
teorinya, tapi untuk penjelasannya, let’s check this out.
Dalam pergaulan kita pasti punya banyak teman dengan banyak
sikap juga, kan?? Nah, teori ini berlaku disini nih. Dalam kita bersikap sama
teman dan sebaliknya. Di cermin
kalo benda yang diletakkan di depannya air,
yang tampak di dalam cermin pasti juga air. Kalau yang di refleksikan tangan ya
tampak di cermin juga tangan. Kalau yang berkaca orang cantik ya tampak di
cermin nya juga orang cantik. Kecuali kacanya retak, ya.
Ya, seperti ini jugalah saat kita bersikap. Jika kita
bersikap baik, orang lain pun akan membalas dengan bersikap baik. Kalau kita
bersikap acuh, orang lain juga akan acuh pada kita. Kalau kita bersikap kasar,
kasar juga deh orang lain sama kita. Nah, dari hasil pengamatan saya begini lah
secara alamiah nya interaksi yang terjadi selama ini. PENGECUALIAN untuk “si
muka dua”, yang baiknya cuma didepan. Bisa dibilang orang muka dua ini,
sikapnya dikendalikan keegoisan, bukan dari hati. Kesian nih orang yang kayak
gini, hidupnya mudah diombang ambing, sesuai mood dan keegoisannya.
Tapi, sebenarnya
teori ini lebih akurat saat berinteraksi dengan orang yang belum pernah dikenal
sama sekali. Yup, ini berhubungan dengan kesan pertama saat kenalan, mau baik
sama orang lain dan sebaliknya atau nggak, itu pilihan. Jadi, berhati-hatilah dalam bersikap. Baik atau tidak nya sikap orang
lain sama kita, sebenarnya itu adalah
pantulan dari sikap kita sendiri. So, pilih mau oranglain sikapnya gimana sama
kita, tergantung kita ya.
Jya, Semoga
bermanfaat.
0 Kommentarer:
Post a Comment